Manusia
dan kebudayaan
A.
Pengertian Manusia
Manusia
merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa sebagai khalifah dibumi dengan dibekali
akal pikiran untuk berkarya dimuka bumi. Manusia memiliki perbedaan baik secara
biologis maupun rohani. Secara biologis umumnya manusia dibedakan secara fisik
sedangkan secara rohani manusia dibedakan berdasarkan kepercayaannya atau agama
yang dianutnya. Kehidupan manusia sendiri sangatlah komplek, begitu pula
hubungan yang terjadi pada manusia sangatlah luas. Hubungan tersebut dapat
terjadi antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, manusia dengan
makhluk hidup yang ada di alam, dan manusia dengan Sang Pencipta. Setiap
hubungan tersebut harus berjalan selaras dan seimbang. Selain itu manusia juga
diciptakan dengan sesempurna penciptaan, dengan sebaik-baik bentuk yang
dimiliki. Hal ini diisyaratkan dalam surat At-Tiin: 4
“Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam
bentuk
yang sebaik-baiknya”.
B.
Pengertian Hakekat Manusia
Hakikat
manusia mengarah pada sifat manusia yaitu sifat-sifat karakteristik segenap
manusia. hakikat manusia dalam kajian ini yang dimaksudkan adalah sesuatu yang
esensial dan merupakan ciri khas manusia sebagai mahluk yang dapat menjadikan
manusia berbeda dengan mahluk-mahluk lainnya. Pada dasarnya atau pada
hakikatnya hidup manusia adalah pengalaman bersama, hidup manusia, bahkan
didalam unsur-unsurnya yang paling individual, merupakan kehidupan bersama dan
tingkah laku manusia, didalam strukturnya yang asasi, yang selalu menunjukkan
kepada pribadi. Bertolak dari pengertian psikologi yang menelaah perilaku
manusia, para ahli psikologi umumnya berpandangan bahwa kondisi ragawi,
kualitas kejiwaan dan situasi lingkungan merupakan penentu-penentu utama
perilaku dan corak kepribadian manusia. Islam memandang manusia sbagai makhluk
Tuhan yang memilki keunikan dan keistimewaan tertentu.
Sebagai
salah satu makhlukNYA karakteristik eksistensi manusia harus dicari dalam
relasi dengan sang pencipta dan makhluk-makhlukNYA. Pandangan Islam dan
psikologi berjumpa pada diri manusia sebagai salah satu fenomena Tuhan dengan
segala karakter kemanusiaanya tetapi sebuah perjumpaan tidak selalu berarti
pertemuan. Tinjauan islam dan psikologi yang sama-sama menyoroti manusia
ternyata hasilnya tidak selalu sejalan.
C.
Kepribadian Bangsa Timur
Kepribadian
Bangsa Timur merupakan suatu karakter yang mencerminkan masyarakat yang
menganut budaya dari Timur (Asia & Timur-Tengah), yang menunjukkan
ke-khasan dan pola pikir dan kebiasaan yang terdapat di daerah Timur. Kepribadian
bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat tepo
seliro atau memiliki sifat toleransi yang tinggi.
Dalam
berdemokrasi bangsa timur umumnya aktif dalam mengutarakan aspirasi rakyat.
Seperti di negara Korea, dalam berdemokrasi mereka duduk sambil memegang poster
protes dan di negara Thailand, mereka berdemokrasi dengan tertib dan damai. Kepribadian
bangsa timur juga identik dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam
bergaul maupun dalam berpakaian. Terdapat ciri khas dalam berbagai negara yang
mencerminkan negara tersebut memiliki suatu kepribadian yang unik. Misalnya
masyarakat Indonesia khususnya daerah Jawa. Sebagian besar mereka bertutur kata
dengan lembut dan sopan. Dan terdapat beberapa aturan atau larangan yang tidak
boleh dilakukan menurut versi orang dulu yang sebenarnya menurut orang Jawa itu
suatu nasihat yang membangun. Misalnya tidak boleh duduk di depan pintu. Hal
tersebut merupakan ciri khas kepribadian yang unik.
Bangsa
timur juga memiliki kebudayaan yang masih kental dari negara atau daerah
masing-masing. Masih ada adat-adat atau upacara tertentu yang masih
dilaksanakan oleh bangsa timur. Misalnya bangsa Indonesia masih banyak yang
melaksanakan upacara-upacara adat dan tarian khas dari masing-masing daerah.
Contohnya daerah Bali yang masih melaksanakan tarian khas daerahnya yaitu
tarian pendet, kecak, tarian barong.
D.
Pengertian kebudayaan
menurut
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), budaya diartikan sebagai akal budi,
pikiran atau adat-istiadat. Jadi jika dikatakan menurut tata bahasa, arti dari
kebudayaan ini diturunkan dari makna kata budaya dan cenderung mengarah kepada
pola pikir manusia. Sehingga Pengertian Kebudayaan sendiri adalah sebagai
segala sesuatu yang berkaitan pada akal atau pikiran manusia serta bisa pula
menunjuk terhadap perilaku, pola pikir dan karya fisik untuk sekelompok
manusia.
Budaya
dan kebudayaan sudah ada ketika manusia berpikir, berkarya dan berkreasi.
Bahkan akan senantiasa menunjukkan mengenai pola pikir dan interpretasi manusia
pada lingkungannya. Dalam kebudayaaan ini pula terkandung nilai-nilai yang
dianut oleh masyarakat setempat dan hal ini menuntun untuk memaksa manusia
dalam berperilaku yang sesuai dengan budayanya. Di antara kebudayaan yang satu
dengan lainnya ternyata mempunyai sebuah perbedaan dalam menentukan nilai-nilai
hidup dan berperan serta pada adat istiadat atau tradisi yang dihormati.
Kebudayaan
sangat berpengaruh besar pada kepribadian seseorang. Dan sebaliknya juga yaitu
bahwa dalam pengembangan kepribadian manusia dibutuhkan kebudayaan dan kebudayaan ini akan terus berkembang lewat
kepribadian tersebut. Jadi untuk sebuah masyarakat yang maju, yang menjadi
kekuatan penggeraknya ialah individu-individu yang ada di dalamnya. Maka
semakin tinggi sebuah kebudayaan masyarakat akan bisa dilihat melalui karakter,
kualitas dan kemampuan individunya.
E.
Unsur unsur kebudayaan
Unsur-Unsur
Kebudayaan ialah unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah kebudayaan sangat
penting untuk memahami kebudayaan manusia. Kluckhon dalam bukunya yang berjudul
Universal Categories of Culture membagi kebudayaan yang ditemukan pada semua
bangsa di dunia dari sistem kebudayaan yang sederhana seperti masyarakat
pedesaan hingga sistem kebudayaan yang kompleks seperti masyarakat perkotaan. Kluckhon
membagi sistem kebudayaan menjadi tujuh unsur kebudayaan universal atau disebut
dengan kultural universal. Menurut Koentjaraningrat, istilah universal
menunjukkan bahwa unsur-unsur kebudayaan bersifat universal dan dapat ditemukan
di dalam kebudayaan semua bangsa yang tersebar di berbagai penjuru dunia.
Ketujuh unsur kebudayaan
tersebut adalah :
1. Sistem Bahasa
2. Sistem Pengetahuan
3. Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial
4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
5. Sistem Ekonomi/Mata Pencaharian Hidup
6. Sistem Religi
7. Kesenian
F.
Wujud
kebudayaan
Wujud kebudayaan dapat
dibedakan menjadi tiga bagian yaitu:
Wujud gagasan
Budaya
dalam wujud gagasan/ide ini bersifat abstrak dan tempatnya ada dalam alam
pikiran tiap warga pendukung budaya yang bersangkutan sehingga tidak dapat
diraba atau difoto. Sistem gagasan yang telah dipelajari oleh setiap warga
pendukung budaya sejak dini sangat menentukan sifat dan cara berpikir serta
tingkah laku warga pendukung budaya tersebut. Gagasan-gagasan inilah yang
akhirnya menghasilkan berbagai hasil karya manusia berdasarkan sistem nilai,
cara berfikir dan pola tingkah laku. Wujud budaya dalam bentuk sistem gagasan
ini biasa juga disebut sistem nilai budaya.
Wujud perilaku (aktivitas)
Budaya
dalam wujud perilaku berpola menurut ide/gagasan yang ada. Wujud perilaku ini
bersifat konkrit dapat dilihat dan didokumentasikan (difoto dan difilm).
Contoh: Petani sedang bekerja di sawah, orang sedang menari dengan lemah
gemulai, orang sedang berbicara dan lain-lain. Masing-masing aktivitas tersebut
berada dalam satu sistem tindakan dan tingkah laku.
Wujud benda hasil budaya
Semua
benda hasil karya manusia tersebut bersifat konkrit, dapat diraba dan difoto.
Kebudayaan dalam wujud konkrit ini disebut kebudayaan fisik. Contoh: bangunan-bangunan
megah seperti piramida, tembok cina, menhir, alat rumah tangga seperti kapak
perunggu, gerabah dan lain-lain. Dalam kenyataan sehari-hari ketiga wujud
tersebut yaitu gagasan, perilaku dan benda hasil budaya tidak terpisahkan dan
saling mempengaruhi. Contoh: salah satu unsur kebudayaan adalah sistem religi
maka wujud budaya sistem religi adalah sebagai berikut:
1.
gagasan
2.
perilaku: konsep tentang dewa-dewa, roh.upacara keagamaan yang dilakukan oleh
salah satu bangsa dengan konsep
kepercayaan tersebut
3.
benda hasil budaya : dapat ditemukan contohnya pada masyarakat prasejarah di
Indonesia berupa menhir, patung perwujudan
nenek moyang.
G.
Orientasi Nilai Budaya
Terdapat banyak nilai kehidupan yang ditanamkan oleh setiap
budaya yang ada di dunia. Nilai kebudayaan pasti berbeda-beda pada dasarnya
tetapi kesekian banyak kebudayaan di dunia ini memiliki orientasi-orientasi
yang hampir sejalan terhadap yang lainnya. Jika dilihat dari lima masalah dasar
dalam hidup manusia, orientasi-orientasi nilai budaya hampir serupa.Lima
Masalah Dasar Dalam Hidup yang Menentukan Orientasi Nilai Budaya Manusia (
kerangka Kluckhohn ) :
Hakekat Hidup
1. Hidup itu buruk
2. Hidup itu
baik
3. Hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia tetap
harus bisa berikthtiar agar hidup bisa menjadi baik.
4. Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah
ditentukan.
Hakekat Karya
1. Karya itu untuk menafkahi hidup
2. Karya itu untuk kehormatan.
Persepsi
Manusia Tentang Waktu
1. Berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang dilakukannya
hanya untuk hari ini dan esok. Tetapi orientasi ini bagus karena seseorang yang
berorientasi kepada masa kini pasti akan bekerja semaksimal mungkin untuk
hari-harinya.
2. Orientasi
masa lalu. Masa lalu memang bagus untuk diorientasikan untuk menjadi sebuah
evolusi diri mengenai apa yang sepatutnya dilakukan dan yang tidak dilakukan.
3. Orientasi masa depan. Manusia yang futuristik
pasti lebih maju dibandingkan dengan lainnya, pikirannya terbentang jauh
kedepan dan mempunyai pemikiran nyang lebih matang mengenai langkah-langkah
yang harus di lakukann nya.
Pandangan
Terhadap Alam
1. Manusia tunduk kepada alam yang dashyat.
2. Manusia berusaha menjaga keselarasan
dengan alam.
3. Manusia berusaha menguasai alam.
Hubungan
Manusia Dengan Manusia
1. Orientasi kolateral (horizontal), rasa ketergantungan
kepada sesamanya, barjiwa gotong royong.
2. Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada
tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dan memimpin.
3. Individualisme, menilai tinggi uaha atas kekuatan
sendiri
H.
Perubahan kebudayaan
Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan
berubah, sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitif yang terisolasi dari
berbagai hubungan dengan masyarakat lainnya. Gerak kebudayaan adalah gerak
manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak
manusia terjadi oleh karena ia mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia
lainnya. Artinya karena terjadi hubungan antar kelompok manusia di dalam
masyarakat.
Terjadinya gerak/perubahan disebabkan oleh beberapa hal,
yaitu
Sebab-sebab
yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri
Sebab-sebab
perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang
hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan
kebudayaan lain cenderung untuk berubah lebih cepat.
Perubahan sosial dan perubahan kebudayaan berbeda. Dalam
perubahan sosial terjadi perubahan struktur sosial dan pola-pola hubungan
sosial. Perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan
di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya.
I.
Kaitan manusia dan kebudayaan
Manusia
dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat berkaitan satu sama lain.
Manusia di alam dunia inimemegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari
berbagai segi. Dalam ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin
memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan sering
disebut homo economicus (ilmu ekonomi). Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak
dapat berdiri sendiri (sosialofi), Makhluk yang selalu ingin mempunyai
kekuasaan (politik), makhluk yan g berbudaya dan lain sebagainya.
Manusia
dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan
keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak
dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan.
Analisa terhadap keberadaan keduanya hams menyertakan pembatasan masalah dan
waktu agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebih cermat.
SOAL
1. Dibagi menjadi berapa unsurkah Kluckhon membagi sistem
kebudayaan?
A. Lima C. Tujuh (*)
B. Enam D. Delapan
2. Manakah yang termasuk ke dalam unsure kluckhon ?
A. sistem Pengetahuan (*) C.
sistem kebudayaan
B. sistem ilmu D. sistem perubahan
3. Lima Masalah Dasar Dalam Hidup yang Menentukan
Orientasi Nilai Budaya Manusia biasa disebut?
A. Kerangka hidup C. problem hidup
B. Kerangka kluckhon
(*) D. konflik internal
4. Dalam ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin
memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan sering
disebut ?
A.
sosialofi C. jual beli
B. homo economicus (*) D. laba dan rugi
5. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat
berdiri sendiri atau bisa disebut ?
A. Mandiri C. Astral
B. Individual D. sosialofi
(*)
Note : (*)
Jawaban yang benar
.jpg)

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar